Senin, 05 Mei 2014
Selasa, 22 April 2014
ZUHUD: Salah satu kisah dalam "Bidadari bumi, 9 kisah wanita sholeha" karya ustadzah Halimah Alaydrus..
Pernahkan kau
jumpa?
Diantara mereka
yang
Terhanyut arus
cinta fana
Ada dia yang
tenggelam
Jatuh cinta pada
muara
Sebagai upaya menambah materi
pelajaran dari apa yang kudapat di Daruzzahro, aku mengambil les privat dari
ustadzah Maryam, puteri Habib Ali Mahsyur, mufti Tarim saat ini. Beliau adalah
seorang ustadzah yang aktif bergerak dalam bidang dakwah dan juga mengajar di
Darul Faqih, sebuah madrasah khusus putri yang ada di tarim juga. Aku belajar
memahami tentang hadits-hadits Rosulullah SAW dari beliau seminggu sekali.
Sore ini beliau mengupas hadits :
‘’Zuhudlah (hilangkanlah dari
hatimu kecintaan) terhadap harta dunia niscaya Allah akan mencintaimu, dan
zuhudlah (hilangkanlah dari hatimu keinginan) terhadap apa yang dimiliki orang
lain niscaya engkau akan dicintai mereka.’’
Ustadzah Maryam kemudian
menjelaskan padaku arti zuhud dan gambarannya dalam praktek kehidupan manusia.
Seperti keteladanan Nabi Muhammad SAW yang lebih memilih mengganjal perutnya
dengan batu karena menahan lapar dan rela tidur diatas tikar usang daripada
selalu kenyang dan hidup dalam kenyamanan. Atau seperti nabi Isa AS yang sampai
hari beliau belum diangkat ke langit tak pernah memiliki rumah sebagai tempat
tinggal. Begitu juga para hamba-hamba pilihan Allah yang lebih memilih untuk
meninggalkan kesenangan dunia demi meraih kebahagiaan akhirat.
Aku jadi tertarik dan bertanya :
‘’ustadzah, masih tersisakah
dizaman sekarang ini orang yang bersikap zuhud, sementara godaan untuk
mementingkan dunia sedemikian beratnya?’’
‘’tentu masih ada’’ jawab beliau.
‘’Di dunia ini masih akan selalu
ada hamba-hamba pilihan Allah yang memahami untuk apa mereka diciptakan, mereka
menyadari hakikat dunia yang esok atau lusa akan mereka tinggalkan.
Mereka berhasil meyakinkan diri bahwa tak ada yang akan mereka bawa ketika
masuk kubur nanti kecuali kain kafan, dan bahwacdunia yang tampak
menyenangkan ini hanya akan menyisakan hisab yang panjang. Mereka sungguh
orang-orang yang pandai , tak mau senang sesaat namun kemudian membawa petaka
yang maha berat. Tak menginginkan kebahagiaan sebentar tetapi membawa
penyesalan berkepanjangan.’’
Pernahkan kau sua ?
Diantara mereka
yang gelap mata
Mendewakan harta
Ada dia yang
menolaknya begitu saja,
Lebih tertarik pada
yang kekal
Di alam sana
Sejenak beliau diam dan minum
segelas air putih di hadapannya lalu beliau melanjutkan penjelasannya :
‘’pertanyaanmu tadi mengingatkan
ku akan kejadian kemarin, ketika aku sedang berada di Madrasah Darul Faqih pada
jam istirahat. Kala itu aku sedang berada diruang kantor dengan beberapa
orang guru, tiba-tiba seorang anak remaja memanggilku dan memintaku mendekat,
aku lalu mengajaknya menepi disudut ruangan untuk berbicara dengannya.
‘’ustadzah, aku harap ustadzah
berkenan menjadi saksi untuk ibuku.’’
Aku mendengarkannya lebih serius.
‘’saksi atas apa, nak?’’
‘’ibuku sepanjang hidupnya tak
memiliki apapun kecuali 2 buah baju. Satu ia kenakan sementara yang lain ia
cuci. Ia juga hanya memiliki 2 buah kerudung, mukena, sepasang sandal, sebuah
sisir, cermin, piring, Alqur’an, tasbih, dan sejadah. Dia tak memegang satu
senpun uang, tak memuliki perhiasan, rumah, barang, atau perabot apapun. Di
masa tuanya beliau tinggal dengan kakak tertuaku. Apabila salah satu dari
anaknya memberinya uang, dia akan menerimanya dengan senang hati dan
mendoakannya namun keesokan harinya uang tersebut sudah tidak lagi di
tangannya. Dan ketika beberapa hari yang lalu seseorang memberinya hadiah
selembar kain, beliau berkata ‘jika umurku sampai Ramadhan nanti, jahitkan kain
ini untuk baju sholatku sebagai pengganti mukena yang lama. Namun jika tidak,
tolong berikan kepada ‘si fulanah’ yang rumahnya disana, kulihat mukena yang
dipakainya telah usang dan tak lagi layak dipakai.
Anak remaja dihadapanku menunduk,
dia menyembunyikan air matanya yang perlahan menetes sebelum akhirnya
kemudian berkata :
‘’ustadzah’’ panggilnya lirih
‘’ibuku meninggal tiga hari yang
lalu…kuharap ustadzah berkenan menjadi saksi bahwa beliau telah berhasil
menjalani kehidupannya seperti yang diinginkannya. Karena setiap kali aku
protes dengan caranya menolak harta dunia dia selalu saja berkata :
‘’Tahukah kau nak?...cita-citaku
adalah termasuk dalam kelompok orang yang diceritakan Nabi Muhammad SAW bahwa
saat proses hisab masih berlangsung, dan Shirotol mustaqim masih dibentangkan,
ada sekelompok orang yang telah menanti Nabi Muhammad dipintu-pintu syurga,
hingga malaikat bertanya ;
‘’siapakah kalian yang telah
berada disini padahal proses hisab masih berlangsung dan belum selesai?’’
‘’Kami adalah sekelompok orang
dari umat Nabi Muhammad SAW yang keluar dari dunia seperti kami masuk
kedalamnya. Tak ada yang harus dihisab dari kami..’’ jawab mereka
Anakku…aku ingin keluar dari
dunia ini tanpa membawa apapun kecuali sekedar yang aku perlukan untuk bertahan
hidup sehingga tak harus ada proses hisab yang panjang menantiku di depan.’’
Begitu selalu jawab ibuku dan dia
berhasil menjalani hidupnya tepat seperti yang dia mau. Aku becerita padamu
agar kelak engkau berkenan menjadi saksi kebaikannya’’ kata remaja itu
mengakhiri ceritanya..’’
Pernahkah kau kira?
Di antara mereka
yang sibuk
Membangun istana
dunia.
Ada dia yang lebih
suka
Menata singgasana
di surga
Aku takjub mendengar cerita
Ustadzah Maryam dan kagum luar biasa pada wanita yang beliau ceritakan itu.
Betapa sederhana hidup
sesungguhnya… ya sangat sederhana, andai kita tidak menganggap penting sesuatu
yang sebenarnya memang tidaklah penting. Harta dunia yang karenanya banyak
orang berlomba hingga mau berbuat apapun untuk meraihnya, pada akhirnya akan
ditinggalkan begitu saja.
Hidup ini sederhana saja
sebenarnya…Kita sendiriah yang suka membuat sesuatu menjadi lebih rumit. Cinta
dunia sering kali mengelabui kita dari memahami makna hidup yang sesungguhnya.
Tarim 2000
Pernahkan kau
sangka ?
Diantara mereka
yang berkeliling
Di sejengkal tanah
bumi
Ada dia yang
terbang
Menembus jagad raya
Mencium Hajar Aswad
Dari tempat asalnya
Ya Allah…
Karuniai aku secuil cintanya
Biar kurasa kelezatan munajat dan doa
Ya Allah…
Beri aku sejumput zuhudnya
Agar aku tak rakus pada dunia
Ya Allah…
Beri aku setetes air matanya
Hingga cair gunungan dosa dalam dada
Selasa, 11 Maret 2014
"WAHAI" by Ustadzah Halimah Alaydrus #puisi favoritku...
Wahai......
Menemukanmu adalah semburat fajar
kala pekat malam kukira takan usai
Wahai
Menemukanmu adalah guyuran hujan
kala kebun jiwa kurasa kering perlahan
Maka, Wahai......
Kumohon jangan berpaling
sebab kupinta engkau jadi cahaya
Hingga tak sesat aku mengeja langkah
Tuk telusuri jalan gelap menuju-Nya
Atau kuharap engkau membentangkan sayap
Mengantar aku ke puncak surga
Kala ruhku merindu Sang Pencipta
(puisi ini ku persembahkan untuk orang-orang yang tiap saat selalu menyeru kebaikan, orang-orang yang menjadi inspirasi tuk beramal sholeh, yang mengantarkan pada jalan kebenaran.... Teruntuk Rasulullah saw kekasih Allah juga semesta, shalafuna sholeh, oran-orang yg patut diteladani, shohibul puisi ini ustadzah Halimah Alaydrus, AYAH IBU tercinta khususnya, dan termasuk dirimu calon imamku)..
tak ada yg lebih indah yg kan jadi tujuan kita selain
"ILAHAA ANTAL MAQSHUD, WARIDHOOKAL MATHLUUB"
Selasa, 12 November 2013
HADAPI YANG ADA DI DEPAN MATA
Kesulitan ada untuk dihadapi bukannya untuk dihindari..
Toh semua ini adalah tahapan yang mesti dilalui untuk sebuah harapan dan cita2 mulia.
HINDARI UNGKAPAN KELUHAN YANG HANYA AKAN MENAMBAH KERUMITAN, MENGURAS PIKIRAN DANMENGABURKAN SUASANA HATI...
Ada berbagai kesulitan yang mengiringi langkah ini ....yahhh berpikirlah yang jernih....
kesulitan ini bagian dari canda hidup...toh juga diri sendiri yang memulainya maka diri sendiri pulalah yang harus mengakhirinya dengan INDAH.....
karna sebenarnya tidak ada apa2 hanya diri sendiri saja yg menjadikannya masalah...
Ini hanya sebuah kendala akademik syg,,,
masih banyak yang memiliki kendala-kendala yang levelnya melebihi dari ini..
ini hanya sebagian kecil saja....
jangan terlalu membesar-besarkan masalah.....
Ya!!! skrg yang terpenting adalah Action..bukannya berdiam diri dalam kehampaan inspirasi..(hehe)
So "SAYA BISA MELEWATINYA HANYA SAJA SAYA BUTUH WAKTU" kata om Mario...
La la la la....
Syala la la la dubi dubidu......
Toh semua ini adalah tahapan yang mesti dilalui untuk sebuah harapan dan cita2 mulia.
HINDARI UNGKAPAN KELUHAN YANG HANYA AKAN MENAMBAH KERUMITAN, MENGURAS PIKIRAN DANMENGABURKAN SUASANA HATI...
Ada berbagai kesulitan yang mengiringi langkah ini ....yahhh berpikirlah yang jernih....
kesulitan ini bagian dari canda hidup...toh juga diri sendiri yang memulainya maka diri sendiri pulalah yang harus mengakhirinya dengan INDAH.....
karna sebenarnya tidak ada apa2 hanya diri sendiri saja yg menjadikannya masalah...
Ini hanya sebuah kendala akademik syg,,,
masih banyak yang memiliki kendala-kendala yang levelnya melebihi dari ini..
ini hanya sebagian kecil saja....
jangan terlalu membesar-besarkan masalah.....
Ya!!! skrg yang terpenting adalah Action..bukannya berdiam diri dalam kehampaan inspirasi..(hehe)
So "SAYA BISA MELEWATINYA HANYA SAJA SAYA BUTUH WAKTU" kata om Mario...
La la la la....
Syala la la la dubi dubidu......
Seperti dalam foto ini......apapun kendala yang kamu lalui tetaplah untuk tersenyum...
Rabu, 16 Oktober 2013
Sulis Cinta Rasul: My Pride Girl.........
Sulis
CR, begitulah biasa ia dipanggil. Sosok gadis yang menjadi idolaku sejak kelas
4/5 SD ini begitu sangat berarti dalam kehidupanku. Ya itulah yang aku rasakan
selama ini. Namanya mulai melejit setelah ia berduet dengan penyanyi Religi
Haddad Alwi pada tahun 1999, waktu itu Sulis sendiri masih duduk di kelas 3 SD
(Masih unyu-unyu yah)...
Di
situlah awal aku jatuh hati padanya. Album Cinta Rasul 1 dengan singel utamanya
"Ya Thoybah" saat itu sering ditayangkan di TV, dengan antusias aku
pun tak mau ketinggalan untuk menontonnya tak lupa untuk menghafalkan LIRIK lagunya
PADAHAL waktu itu aku sendiri masih kaku melafalkan lirik-lirik Arab.
Ya pokoe
intinya aku suka.
Masih
teringat jelas di memoriku, ketika aku
kelas lima SD, ayahku memberiku hadiah kaset tape Cinta Rasul. Sontak saja aku gembira
menerima hadiah itu. Ya kaset pemberian dari ayahku itu adalah oleh-oleh dari beliau
sepulang dari pelatihan di Surabaya, dan yang lebih menggembirakan lagi kaset
itu dilengkapi dengan buku panduan yang berisi foto-foto Sulis, k’Haddad, dan
Kru CR, lirik-lirik, arti dan makna setiap
lagu. Komplit kan????aku tak perlu kaku-kaku lagi dengan lirik-lirik berbahasa
Arab.
Aku
memutar kaset CR dirumah setiap saat . Semua menyukainya. Ayah,Ibu, Papa tua,
mama tua, tante-tante, tetangga, juga teman-temanku. Hmmppp Akhirnya aku bisa
hafal lagu Ya Thoybah. Bahkan sewaktu sekolah SD ku mengadakan kemping persahabatan dengan salah satu SD di
kecamatan tempat tinggalku, aku membawakan lagu Ya Thoybah sebagai atraksi di
malam api unggun. (hehehe ) saking sukanya waktu itu. sampe sekarang tetap dong
masih sangat suka lagu Ya Thoybah.
Ada
satu hal yang membuatku merasa bahwa Jatuh hati pada sULis dan lagu-lagu Cinta
Rasul merupakan suatu yang berarti dan penting bagiku, bahkan untuk muslim pada
umumnya, apalagi kalau bukan sampainya kita pada “CINTA RASUL” secara nyata.
Bukan hanya sekedar mendengar lagu kemudian tak mengindahkannya. Maka Album Cinta
Rasul dengan Slogan utamanya “CINTA ALLAH CINTA RASUL CINTA SESAMA”, dapat
memberikan energi postif bagi kita, mengenalkan dan mengantar kita pada
kecintaan kepada Rasulullah yang akan bermuara pada Cinta Hakiki Cinta Pada
Allah.
Tak
jarang, air mataku menetes ketika mendengar Sulis melantunkan shalawat dengan
suaranya yang merdu penuh penghayatan. Sulis mampu membuat pendengarnya mengeluarkan
tangisan rindu pada yang dituju, dialah baginda nabi Muhammad Saw. Semoga bukan
hanya terhenti ketika mendengar Sulis saja, tetapi Kerinduan dan kecintaan
kepada Beliau saw tetap terukir indah di hati aMIIN. Sadarku berkata Sulis adalah
salah satu wasilah yang mampu melatih kita tentang semua itu.
Sulis
sering menangis haru ketika melantunkan shalawat,LAGU Ibu dan lagu-lagu lainnya
karna Sulis menghayati setiap maknanyanya. Sulis adalah sosok teladan masa kini
menurutku. Sulis konsisten dengan pilihan jendre musik religinya sejak kecil,
berhijab dengan santun dan anggunnya, cinta dan mengasihi anak-anak, hormat
pada orang tua. Itulah sebabnya Sulis dicintai oleh semua kalangan, dari anak
kecil sampai orang dewasa.
Rasa-rasanya
gak akan ada habisnya, bercerita tentang Sulis...
Aku
bangga padanya. Sangat bangga. Sejak kecil aku jatuh hati pada Sulis, menyukai
semua tentang dirinya. Keramahannya, keanggunannya, kesederhanaannya, kecantikan
paras dan budi pekertinya. Sulis Cinta Rasul Semoga Allah slalu menjagamu. Amiin..
Sejak
kecil aku slalu slalu berharap bisa bertemu langsung dengannya. Namun
kesempatan itu belum kunjung tiba dalam rentang waktu sejak aku SD-Juli 2012.
Saking rindu ingin bertemu dengannya, kerap kali aku memimpikannya. Bahkan
dalam mimpiku Sulis datang ke rumah (rumah mama tuaku kelurahan Kabaonga Besar,
Kec. Banawa Kab. Donggala Sulawesi Tengah, hehe). Walau dalam mimpi tapi aku
sangat senang.
Sulis
sendiri sebenarnya sudah pernah perform di Sulawesi Tengah (provinsiku
tercinta), tepatnya di Palu, di Poso dan di Morowali. Tapi sayangnya pada saat
itu aku tidak bisa melihatnya langsung. Waktu Sulis tampil di Palu, saat itu
aku sendiri kudet=kurang update sehingga terlewatkan, aku tahunya dari tante di
lokasi KKN ku saat silaturahmi lebaran di sana, dan hmmppppp seketika itu juga
langsung kecewa bin sedih gak tau info tentang itu. Waktu Sulis di Poso,
bertepatan aku ikut MTQ di luwuk jadi gak bisa ketemu jg, tapi alhamdulillah
waktu itu bisa smsan dengan Pak Haydar Yahya (manajer Cinta Rasul). Nomor HP Pak
Haydar aku dapat dari salah satu teman CRF “Cinta Rasul Family” (sebutan untuk
penggemar Sulis Cinta Rasul).
(ini
Dia Pak Haydar)
Tentu saja aku langsung perkenalkan diriku sbg
salah satu fans Sulis yang ada di Palu. Senang bisa kontak langsung dengan Pak
Haydar. Alhamdulillah lagi, pada saat yang bersamaan, tiba-tiba aku di telpon temanku
dari kalangan police (hehe)....Dan..........................ternyata pada saat
itu temanku yang berinisial ICM (alias Icul Maricul) sedang bertugas bagian
pengamanan di acara Sulis berada. Dan............senangnya aku, karna saat itu
juga aku bisa mendengar suara langsung dari Sulis menyanyikan Ya Thoybah yang
telah di aransement dalam album The Best of Sulis 2009. Ya si ICM sengaja
menelpon untuk memperdengarkan suara Sulis.///Yaahhh senang banget walau Cuma via
telpon.
Singkat
kata singkat cerita..........................
30 Juli
2012 hari bersejarah bagiku..
Hari
yang menjadi jawaban dari doa-doa dan harapnku...
30 Juli
malam, akhirnya kesempatan itu datang...
Setahun
yang lalu akhirnya aku bisa l bertemu langsng dengan Sulis..
Bukan
hanya mendengar suaranya via telpon ...
tapi
kali ini..
Aku
berada dekat dengannya, merangkulnya, cipika-cipiki...
Bahkan ada
satu hal lagi lebih dari yang aku harapkan, Malam itu aku ikut berduet dengan
Sulis di atas panggung membawakan lagu Ya Thoybah. Subhanallah....
Pertemuanku
dengan Sulis bukan di Palu atau pun di daerah Sulawesi tengah lainnya. Tapi aku
bertemu dengannya di Purworejo Jawa Tengah. Sungguh sesuatu yang tak pernah
terbayangkan olehku. Masih teringat jelas juga bagaimana caraku sehingga sampai
di sana. Ceritanya pun cukup panjang. Cerita tentang energi positif yang aku
sebut di atas.
Saat itu
Aku langsung teringat hadits Rasulullah “ Almar’u ma’a man ‘ahab” seseorang
bersama yang ia cintai.....Semoga Sulis slalu menjadi wasilah Cinta Allah Cinta
Rasul Cinta Sesama... Amiin.....
(Duet
Ya Thoybah)
Aku sendiri hanya salah satu dari sekian
banyak penggemar Sulis se Nusantara... penggemarnya (teman-teman CRF, Red) yang
benar-benar ngefans, terlihat dengan
koleksi kaset-kaset dan aksesoris CR lainnya. Aku melihatnya langsung, salah
satunya dia adalah k’Safaha Nurul CRF (temanku pada saat ketemu sulis, baru
kali itu juga bertemu stelah janjian) dengan koleksinya:
- Cinta Rasul 1 (1999)
- Cinta Rasul 2 (2000)
- Seribu Salam Bagi Rasul (2001)
- Cinta Rasul 3 (2001)
- Love For The Messenger With Orchestra (2002)
- Cinta Rasul 4 (2002)
- Cinta Rasul bersama Hetty Koes Endang, Sundari Soekotjo, Natasya, & Didi Kempot (2003)
- Cinta Rasul 5 (2003)
- Cinta Rasul 6 (2004)
- Sulis With Orchestra (2005)
- Cinta Rasul 7 (2006)
- Cinta Rasul Pop (2007)'
- Ya Allah (2008)'
- The Best Of Sulis (2009)'
- Sulis Live In Concert (2010)
- Dzikir Anak (2011).
Somoga Sulis
tetap menjadi inspirasi generasi muda Indonesia.
Sulis yang
tetap Cinta Allah Cinta Rasul Cinta Sesama...
Love U.....
Proud of U..
Dan kita pun
semoga berada dalam ranah Cinta Allah Cinta Rasul Cinta Sesama...
Allah selalu
memberi kita sesuatu indah pada waktunya....
Believe it!!..
(Foto bareng Sulis di Hotel)
Bersama
k’Safaha Nurul (mba Ulin)
Sulis
yang Anggun bersuara merdu...
Langganan:
Postingan (Atom)











